Jumat, 18 Mei 2012

Terimakasih :) Saya senang sekali ! :)

Judul yang aneh ya ?
Hehehe...
Pasti kalia bertanya2 untuk apa saya mengucapkan terimakasih, dan untuk apa saya harus senang sampai ada kata "sekali"?

Yaa...
Semua berawal ketika suatu hari saya tak sengaja melintas di depan mading, ada tulisan "Lomba Pekan Seni Mahasiswa Daerah"
Pada pamflet itu tertulis tangkai-tangkai bidang yang ada, misalnya seperti :Pembacaan puisi, vocal solo, vocal group, penulisan puisi, pembuatan poster, komik strip, fotografi, lakon, penulisan cerpen, dll.
Kedua bola mata saya yang bulat ini tertuju pada satu kalimat Penulisan Cerpen
wah, ada penulisan cerpen nih ! Iseng-iseng pengen coba, soalnya sudah lama nggak nulis cepen. Terakhir kali menulis cerpen waktu saya duduk di kelas 3 2 SMA, nulis cerpen di kompas, oohh... bukan, paling terakhir sekali waktu kuliah semester tiga, ikut lomba cepen online. Yah, walaupun nggak menang waktu itu, tapi saya tetap mau tahu, sampai dimana kemampuan menulis saya ini kalo dilombakan secara langsung.

So, dengan bermodal nekat, saya mendaftarkan diri. Nggak lupa, saya juga ngajak seorang teman saya yang juga suka nulis cepen, namanya Defita Damayanti.

Hari itu hari rabu, saya ingat banget ( hari yang paling banyak mata kuliah) Tapi, terpaksa minta izin sama dosen untuk ikut lomba.
Lombanya masih dalam tingkatan seleksi antar fakultas di UNTAD. Jadi lombanya diadakan di auditorium.
Sebenarnya saya ikut 2 lomba, Cerpen sama Solo Vocal.
Tapi saya ikut seleksi Cerpen dulu, dan rencananya sesudah itu baru pergi seleksi Vocal (Karena tempat seleksi vokal dan cerpen di gedung berbeda)


Eh, ndalalah ... gak taunya, menulis cepen nggak sesingkat yangs saya bayangkan. Syaratnya harus minimal 6 -10 halaman. Maka, dari jam 11-5 sore saya menulis cerpen dengan tulang leher yang tinggal "ditampeleng" pasti sudah patah. Bagaimana nda? 6 jam menunduk terus .
Parahnya lagi, nulis cepennya ditulis tangan! Alamaaak, percuma tekhnologi udah berkembang. Udah ada leptop! Tapi nggak digunakan juga?

Alasan panitia sih katanya kalo dari leptop, bisa membuat kecurangan orang-orang yang sudah lebih dulu menulis cepen/ puisi di leptopnya sehingga waktu lomba tinggal co-pas (Copy-Paste) dari file yang sudah mereka buat dari rumah.
Katanya salah satu faktor yang dinilai adalah ke-otentikan karya itu alias keasliannya. Ya, benar juga sih ..

Jadi benarlah pepatah yang mengatakan, untuk mendapatkan sesuatu pasti harus ada yang dikorbankan. Terpaksa saya mengorbankan nomor undian seleksi vokal.
But it's okay . Saya tahu bahwa ini semua nggak kebetulan :), begitu kataku dalam hati pada saat itu, sambil menyenangkan hati.

Beberapa minggu berselang, keluar pengumuman. Senior sanggar seni saya di kampus, menghubungi saya dan ternyata !!! Saya JUARA!!!! Wah, betapa senangnya saya saat itu!! WOW !
"Tuhan, Engkau sangat baik!" Cuma itu yang bisa saya ucapkan dalam hati pada saat itu.

Jadi, yang lolos seleksi ada 4 orang, dari 11 peserta cerpen, untuk mewakili UNTAD.
Tapi saya juga sedih, karena temanku Defita nggak lolos lomba cepen tingkat Universitas itu . Walaupun begitu Defita ttap tegar dan malah tidak sesedih saya :) Dia tetap fine2 saja.

Maka, perjuangan pun belum berhenti. Sekitar 1 bulan, kita ikut pelatihan menulis, yang diadakan setiap malam tertentu (sesuai jadwal) di pasca sarjana Untad.

Tiap kali datang latihan, kita disuruh membuat cerpen sesuai dengan tema yang diberikan sama pelatih kita. Waaahh ... awalnya shock, gimana ya bisa bikin cerpen yang minimal 6 lembar tiap malam prtemuan?
Tapi akhirnya terbiasa juga.

Walau sempat tabrakan dengan banyaknya tugas laporan praktek oleh ASDOS di kampus, tapi nggak tahu kenapa... semua selalu ada jalan keluarnya. Tuhan yang sediakan jalannya.
Akhirnya saya yang hampir sedikit lagi masuk rumah sakit karena tugas-tugas organisasi+ kampus+lain-lain ini, pun bisa melewati semuanya.

Tanggal 13 Mei adalah hari seleksi tingkat Daerah, jadi kita yang mewakili UNTAD, akan bersaing dengan teman-teman dari STIE, STMIK, dan UNIV. di luar Palu.

Tibalah hari itu,saya sangat nervous. Ditambah, banyaknya orang yang saya ndak kenal.
Tapi untung aja, ada teman-teman anak Kedokteran yang udah aku kenal sebelumnya. So, ada yang bisa di ajak ngobrol plus tertawa ria. Eh, dunia emang sempit, nggak taunya ketemu lagi sama temen-temen SMA ,
Well, akhirnya kita memilih untuk mengabadikan moment indah itu dengan beberapa jepretan foto
(Kontingen Universitas Tadulako)

(Perwakilan Untad- tangkai : penulisan) nb:with koordinator Bidang

(Peserta Penulisan from Untad)

Foto di atas adalah waktu pembukaan Peksiminas di Universitas Alkhairat (UNISA)
Seleksi pun dimulai jam 9, bertempat di Auditorium Untad (again) =.='
Juri memberikan tema : Menumbukan keragaman multikuluralisme
Wakkh! Apaan ?? Nggak ada tema yang lebih simple, misalnya "Cinta?" wkwkwkkw... (Basi kali ye)
Akhirnya dengan berbekal pengetahuan yang ada di dalam otak pada saat itu, saya memainkan penaku di atas lembar-lembar kosong yang siap untuk di coret-coreti.
Waktu berlalu sangat cepat, sampai saya nggak sempat makan siang, panitianya juga tega banget nggak nyediain kita LUNCH, kita cuma dikasi snack itu pun yang tadi pagi, roti sama air mineral.
Tapi nggak apalah... Gara-gara udah ribet dengan tulisan di depan saya itu, maka perut keronconganpun nggak lagi terasa.

Waktu sedikit lagi sampai di angka 3. Tapi punyaku, blum sampai di klimaks cerita. Akhirnya dengan kekuatan SuperDuper Dian saya tulis semua kata-kata yang muncul di otak, tanpa pikir panjang seperti sebelumnya.

Semua peserta lain sudah selesai, dan sudah keluar!! Tinggal daku seorang diri ! O-em-Gi! Panitia pun terpaksa berbaik hati menunggu saya yang tinggal sendirian. Tak ayal, keringatpun mulai bercucuran, "Tunggku kak . Sedikit lagiiii" Teriakku sama Kakak Panitia. Sebenarnya waktu itu saya seperti mau menangis termehek-mehek sambil berteriak, "OOOY ! PUNYAKU MASIH LAMAAA" tapi, kayaknya nggak mungkin. Kalo begitu kejadiannya, yang ada saya ditinggalin sendiri di auditorium.


Dengan ending cerita yang seadanya, akhirnya saya kumpulkan cerita itu. Hikksss... terakhir, dengan cepat2 saya menuliskan judul yang terlintas begitu saja di otak (Kebiasaanku, menulis judul setelah cerita selesai ditulis)

Okeee, smua orang sudah pergi. Tinggal saya tersisa. Hati terasa kacau, tapi sama sekali tidak galau. I hate galau.


Hari berganti, cuma memikirkan tentang Cerpenku itu. Yang bikin saya nggak tenang, bukan masalah hasilnya mau kalah atau menang, itu terserah Tuhan dan kenyataan.
Saya nggak bisa maksa. Tapi, masalahnya adalah saya menyadari kalau saya sebenarnya belum maksimal waktu membuat cerpen saya. Saya yakin kalo saya bisa membuat cerpen yang lebih baik dari itu, pada saat itu. HHHHHHHKKKK. Rasanya mau melompat dari menara eifel, cuma nggak ada uang untuk beli tiket pesawat kesana, jadi terpaksa hanya diam merenung sendiri di kamar.

Suatu hari saya konsultasi sama kakak rohani saya di gereja, "Gimana nih kak? Saya rasa hati saya nggak damai, gara-gara saya mikirin cerpen saya, saya nggak maksimal waktu membuatnya"
"Kamu nulis lagi cerpen untuk diri kamu sendiri. Dengan semua kemampuan kamu untuk penghargaan sama diri kamu sendiri" Jawab Si Kakak.
Jawaban beliau bikin saya terenyuh. "Makasih ya kak ! Oke, saya akan menulis untuk diri saya sendiri!" Kataku dengan sumringah.

Beberapa hari kemudian, belum sempat saya menyelesaikan cerpen untuk diri saya sendiri, eeeehhh! Muncul sms di HP, dari K'Kiki... (Kordinator Bidang yang fotonya ada di atas--memakai baju&jilbab Ungu) Dia sms:

"Dian juara 1 kau dek, traktir yaa....
Mataram menanti"

Saya hanya membaca sms itu sekilas, trus saya balas,

"Lomba apa kakak ???"

Dia balas sms:

"Lomba penulisan cerpen. Selamat ee. Jangan lupa traktir"

Saya masih 1/2 percaya, saya jawab:

"Ah, serius kak? Saya masih 1/2 percaya ini"

Dia balas,

"Benar de... jurinya yang barusan sms saya" , Balasnya.

Saya nggak tau harus ngomong apa. Speechless. Saya pun hanya bisa MENANGIS--terharu. :')
Trimakasih Tuhan.... Trimakasih, saya nggak mampu, dan saya nggak akan bisa mendapatkan ini semua tanpa ENGKAU, Teriakku dalam hati.

Inilah mengapa saya ingin mengucapkan terimakasih, dan berkata bahwa saya senang sekali. :)

Saya juga tak lupa ngucapin makasih sama teman-temanku yang senantiasa mendukung saya dalam doa, cepat2 saya sms mereka.
Dengan mata yang sedikit bengkak saya langsung kasih tau Papah, (Berhubung Mama dan Amalia tidak ada) jadi cuma Papa yang bisa dijadikan tempat bercurhat dan bercerita. Kamipun berpelukan, dengan saya yang masih termehek-mehek menangis dalam pelukan Papah (Hehehe, jadi malu)

Saya sangat bersyukur, karena Tuhan mendatangkan kesempatan dan membukakan mata saya terhadap TALENTA terpendam yang saya miliki.
Awalnya hanya coba-coba, tapi ternyata Tuhan sadarkan saya bahwa "Ini lho, talentamu Dian! Kembangkan yaaa!" Mungkin seperti itu yang Tuhan mau bilang sama saya. Thanks, Thanks, Thanks, Thanks, GOD :')
Hanya itu yang bisa saya ucapkan.
Tapi perjuangan belum berakhir sampai di sini. Masih ada PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) di Mataram.
Doakan yaaa teman-teman, semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk Sulawesi Tengah, di Peksiminas :)
Okaaay Kota MATARAM ... :) I'm comming :)

Jumat, 11 Mei 2012

Ilmu anti GE ER

Semua orang, termasuk pada pembaca yang gokil dan budiman (temannya arman) pasti pernah mengalami hal yang namanya GE ER.

Ya, GE ER itu indah selama apa yang kita GE ER itu kesampaian seperti harapan kita .
Nah, kalo istilahnya udah berubah jadi KE-GE ERAN, itu lain lagi ceritanya.

kasus yang terjadi berbeda-beda versinya.

Versi GE ER 1.
Kamu tidak mengenal orang itu sebelumnya.
Tapi orang itu memberikan kesan ramah, dan sangat baik kepadamu.
Kalian pun berkenalan.
Kamu menganggap orang itu adalah teman barumu, dan sama sekali nggak punya perasaan apa-apa sama dia.
Tapi orang itu terus memberikanmu perhatian, dan selalu baik padamu bahkan membuatmu sangat nyaman dengannya.
Akhirnya diam-diam kamu GE ER dan mengira, kalau sebelum kenalan dia memang udah suka sama kamu.
Kamu pun menangkap kesan itu semakin kuat, kuat, hingga akhirnya kamu malah jadi suka sama dia.
Terakhirnya, kamu baru tahu kalau ternyata dia memang tipikal orang yang selalu baik dan memberikan perhatian kepada semua temannya. Perbuatan yang dilakukannya padamu ternyata bukanlah hal yang spesial, karena ia terapkan pada teman-temannya yang lain juga.

Versi GE ER 2.
Kamu sudah kenal orang itu.
Selama ini kalian berteman biasa-biasa saja.
Karena terlibat suatu kegiatan yang akhir2 ini mengharuskan kamu untuk mau tidak mau bertemu dengan dia (misalnya ikut kepanitiaan suatu kegiatan).
Akhirnya kamu merasa, bahwa dulu kalian memang saling mengenal namun tidak dekat, tapi kini kalian bahkan saling bercanda bersama.
Timbul rasa GE ER kalo dia mulai menyukaimu dan pedekate sama kamu.
Ujung-ujungnya baru ketahuan kalo ternyata dia cuma ingin nambah teman semakin banyak, lebih parahnya kalau kamu udah keburu nembak dia, tapi dia bilang "Jangan salah artikan persahabatan dan perhatian aku selama ini" DWEEERR ! Rasain Lo !

Versi GE ER 3
Kamu kenal orang itu.
Kebetulan orang itu adalah Cidaha kamu, cowok/cewek idaman kamu selama ini.
Selama ini kamu hanya bisa menatapnya dari jauh,
Tapi karena suatu kebetulan yang tidak disengaja, kalian jadi berkenalan.
Dan setidaknya kalian sudah saling bertegur sapa sama lain.
Kamu merasa senang, karena kini Cidahamu setidaknya tahu nama kamu, dan mulai memanggil namamu
tiap kalian berpapasan.
Kamu merasa bahwa dia menangkap sinyal yang sama seperti yang kamu rasakan. Kamu menganggap bahwa inilah yang disebut pucuk dicinta ulam pun tiba.
Endingnya, kamu baru tahu ternyata dia mendekati kamu karena ujung-ujungnya, "Eh, kenalin aku sama temen kamu itu dong. Aku suka sama dia" GREEEKKK ! Gerek leher sendiri.


Sadis kan?
Iya. Apalagi kalau udah terlanjur larut dalam GE ER yang berbuah kebahagiaan, padahal ujung-ujungnya kita tahu itu semua semu. Tapi itulah hidup. Kata orang, lebih banyak terjadi yang nggak kita harapkan dari pada yang kita harapkan (ah, masa iya sih ????)

Makanya buat kamu yang sering tenggelan dalam syndrome GE ER ini, buruan cari penangkalnya. Karena kalau udah terlanjur KE GE ER an yang jelas sakit deh kalo endingnya nggak sesuai dengan dugaan di awal skenario. Hehehe


Formula Anti GE ER
Kalau dia suka senyum2 sama kamu, pikir aja kalau dia itu memang orang yang suka menebar pesona.
Kalau dia suka ketawa2 sama kamu, pikir aja kalau dia itu menderita syndrome kegilaan stadium 1
Kalau dia suka ngasih perhatian sama kamu, pikir aja kalau dia itu udah terlatih merawat orang sakit, makanya bisa perhatian banget kayak lagi jagain orang sakit.
Kalau dia ngasih bunga ke kamu, pikir aja kalau bunga di halamannya udah kebanyakan, dan dia nggak tega membuang bunganya ke tempat sampah.
Kalau dia gandeng tangan kamu waktu jalan, pikir aja kalau tangannya lagi kedinginan, dan ternyata dia nggak punya sarurung tangan.
Kalau dia bilang kamu cantik, anggap aja kalau dia juga kepengen di bilang ganteng.
Kalau dia sering ada dimanapun kamu berada, anggap aja kalau dia itu jin. ^^
Kalau dia nitipin surat cinta buat sahabat baik kamu, maka kamu tak perlu lagi menangis karena kamu sudah melakukan hal-hal di atas.
Kuncinya adalah jangan cepat menyimpulkan suatu keadaan dengan perasaan.
Karena belum tentu apa yang terlihat itu berasal dari hatinya . :) OKE youngers???

Good luck :) !

Selasa, 08 Mei 2012

Coast to coast (Part One)

Hari minggu buat sebagian orang adalah hari yang digunakan hanya untuk mengistirahatkan badan (jasmani) atau menyegarkan kepenatan rohani misalnya dengan jalan-jalan (vacation) atau ibadah .
But, sepertinya setiap hari minggu berturut-turut sampai 3 minggu ke depan saya akan sibuk dengan kegiatan Ibadah Rekreasi di Alam terbuka (Pantai)
Untuk minggu ini kita Rekreasi di Taipa .
Yukzz, tengok gaya narsis saya dan teman-teman di TKP

---------------------------------------------------------------------------------------------
Sunday, 22 April 2012
Cast : Dian, Shinta, Winda, Natalia, Novi, Siska, Daniel, Tommy, Jhonny, Maman, Itho.
@TAIPA Beach
---------------------------------------------------------------------------------------------






(Ka' Winda dan Ka' NakuL)



Selesai ibadah padang, kita memilih untuk menikmati semua wahana rekreasi yang ada di Taipa. Maka kami memilih naik "Bebek-Bebek" sebut saja seperti itu.
Dengan tarif 10.000 / 15 menit
Dan 20.000 / 1 jam .

(Dian & Shinta)

Jadi strategi kita supaya bisa saling memfoto satu sama lain, masing2 bebek terdapat satu kamera . Yang satu bertugas memfoto bebek lain, begitu sebaliknya.
"Shinta, berapa lama kita ? Setengah jam joo e . Apa nda ada uang ini . Lagi kere "
"Iyooo, sa juga . Lima-lima ribu satu orang kalo begitu . Setengah jam saja kita" Jawab Shinta.
"Itulah. Ba apa juga lama-lama naik bebek-bebek, pe panas begini. Mau jadi bebek garam nanti"
 Sahut Dian .
Winda menyaut dari kejauhan, "Eeeh. Kita satu jam. Kamu orang te ikut iyo"
"eh, leria dooii" Teriak Dian .
"Hahaha, kau sebenarnya orang apa kah ? Jawa or kaili ?" Ujar Winda .
"Orang California. Puas ? Hahaha" Jawab Dian.
Maka speechlesslah Winda .
Maka kontingen pertama, yaitu Winda dan Nakul naik ke bebek . Diikuti kontingen selanjutnya yang hanya membayar 10.000 utk setengah jam , yaitu Dian dan Shinta .
(Formasi ber-empat)
Jadilah formasi empat sekawan .
Karena bebeknya Winda dan Nakul Galau ( Tiap di putar ke kanan - lari ke kiri, tiap di putar ke kiri lari ke kanan) Maka terpaksa Bebek mereka merapatkan diri dengan bebek Dian dan Shinta .
Maka jadilah formasi seperti di atas.

Ternyata suasana nggak sepi. Kita kedatangan kontingen baru,
Ada ketua Komisi Pemuda yang ikut Join bareg kita siang itu.
Ditambah Kakak Vikaris muda dan K' Novi yang juga ikut nimbrung.
Mereka menyewa bebek mereka dengan tarif 1 jam , jadi diantara sekian bebek cuma dian dan shinta yang 1/2 jam dan bergabung membentuk formasi dengan kami.
(FORMASI BER-8)
Pas membentuk formasi ini kita menyanyi-menyayi "Naik kereta api tut...tut...tut..." Benar-benar mencerminkan kalo masa kecil suram dan nggak pernah naik yang begituan. Hahaha

"Shinta! So berapa jam kita naik ini ?" Tanya Dian yang melirik ke arah jam tangan.

"Astaga, so lewat setengah jam ! Bemana sudah?"

"Kalo begitu kita memisahkan diri dari kontingen dulu!"

Akhirnya Dian dan Shinta dengan bermodalkan kejujuran (Heheehe) pulang kembali menuju Oom penjaga dan bertanya, "Ooom... sudah kita ini ????" Teriak Shinta.

"Beloooom!!! Masih lamaaaa" Jawab Si Oom penjaga .

Waaah. Ternyata Si Oom menyama-ratakan waktu kita dengan ke tiga bebek lainnya yang meyewa satu jam ! Wakkakak. Rejeki memang nggak kemana .

"Ayooo Shinta, gowes terusss ! Kayuh teruusss bebeknya!" Seru Dian girang.
 
Satu jam kami berputar-putar sambil mengenang masa kecil kami.
Baru sekarang saya dengan shinta sadar kalau ini bukanlah suatu rejeki ! Tapi ini namaya kecapean!! Kaki hampir sama dengan Balak Kayu . Sedikitlagi menyangi betis Oom- Oom becak .
"Haduuuuhhh" Desah Winda kecapean . " Bebekku tadi hampir karam. Ternyta di bawah sudah bocor" Seru Winda sambil memperlihatkan celananya yang basah.

Foto ke empat sekawan yang sudah tersenyum lemah karena kecapean meng-gowes bebek .


GALERI-GALERI-GALERI-GALERI-GALERI -GALERI-GALERI-GALERI-GALERI-GALE
(Shinta - Dian)(Shinta-Dian-K'Ika-K'Novi-K'Nakul-K'Dani)

(Para Ladies) ^^






(We all KPJ *Komisi Pemuda Jemaat* Fams)

Senin, 07 Mei 2012

Antara Gempa dan Harta

Pada suatu hari di suatu tempat nun jauh dari peradaban listrik yang baik, hiduplah seorang Venny dan keluarganya di suatu rumah. Di alamat jalan yang disamarkan sebut saja Jl.garuda.
Pada tahun 2004 terjadi Gempa yang cukup heboh dan ngeborrr di kota Palu dengan besar sekitar 8 skala richter .
'Gludaaaakk... gluduuuukkkk'
"Papaaaa!!! Gempa!!!" Teriak  adiknya Venny.
"Oooo ia ia... ! Buruan lariii !!!" Jerit Papa Venny yang muncul dari balik pintu diikuti Mama Venny
Maka larilah keempat personel keluarga itu , berhamburan keluar dari rumah.
"Aiiirrr !!! Ada aiiirrr !!" Teriak Tetangga di sebelah .
"Astaga, ada tsunami !" Jerit Venny.
"Oh, mama kasi mati dulu listrik. Sama ambil uang!" Teriak Mamanya , dan masuk ke dalam rumah lagi.
"Mamamaakkk ! Jangan lupa ambil kotak perhiasan di laci dekat tempat tidurku!!" Teriak Adik Venny.
"Mamaaak!!! Ambilkan juga tabunganku sama uangku di bawah tempat tidur!!" Kali ini Venny yang berteriak.
"Mami !!! Ambil surat tanah, warisan di atas loteng !!!" Teriak Papa Venny. "Dengan uang dalam brangkas di dapur jugaa!"
Kedua anak itu menatap papanya dengan aneh, 'di loteng? ekstrem sekali Papa punya tempat penyimpanan'


Baru beberapa detik berlalu Mama venny keluar, "Ya ampun, Mak cepat sekali? yang di loteng juga sudah diambil?" Celetuk Venny.
"Sssstttt ... kecilin itu suara, satu RT sudah tahu kita punya tempat harta-harta" Bisik Mama Venny

=.='

mendadak Babu

Ada pepatah yang selalu bilang dunia terus berputar, tak selamanya kita di atas, en tak selamanya kita di bawah. Intinya kita segala keadaan yang kita alami itu nggak abadi :D

Yah, sepertinya saya baru merasakan makna yang sesungguhnya dari pepatah tua itu.
Udah sekitar 2 minggu adikku tercinta, dan ter'endut (hehehe) si Amalia Miranda pergi jadi perantau di tanah Jogja, bersama Mamaku.
Jadi, anggota keluarga power ranger yang semula personelnya 4 orang, kini tinggal jadi 2 .
Hal ini membuat rumah mendadak sepi dan sureeeem =.='
Lebih banyak pelosok rumah yang nggak sepi dan tidak terhuni, bawaannya jadi parno melihat "apaan tuh, bayangan putih barusan lewat?!", "Bunyi apaaan tuh di plafon??", "Jemuran siapa tuh di halaman belakang?" Heheh, kalimat yang terakhir bagian dari skenario .

Nah, di saaat sepi dan gundah gulana ini, saya merasa sangattt membutuhkan seseorang yang bisa ngajak sy ketawa dan menghilangkan rasa kesepian. Maka sasarannya adalah para Tomcat-tomcat kesayanganku, @Pipin, @Venny, @JenkRara, dan @Ziefadhilah.
Tapi yang jeleknya, kalo mereka juga lagi sibuk dgn keluarga mereka :( hufft .
So? siapa yang bisa dijadiin sasaran? Pacar nggak punya. Teman sibuk. Papah pergi mengajar di kampus.
Alamaaakk ... jadi penghuni tunggal di rumah :/
Hanya berteman sepi (Cieeeeeilah, kayak lagu saja) dan kadang ditemani jangkrik juga, kalo mereka nda sibuk.

Kehidupan yang sesungguhnya dimulai.
Ini baru yang namanya hidup.
Pagi-pagi buang sampah, mengepel rumah,
Siangnya bikinin makanan buat Papah
Belum tugas laporan menumpuk di kamar memanggil-manggil, "Diaaaan...diaaaan...diaaaaannn, tugassmu belum selesaaaaiiii"
Belum lagi SMS dari anak-anak Organisasi "Dimohon kedatagannya dalam rapat malam hari ini. Berhubung rapat ini sangat penting, jadi di harapkan kehadiran anda"
Blum lagi SMS dari panitia lomba cerpen Universitas, "Bagi peserta penulisan sebentar malam kita latihan penulisan di Pasca Sarjana untad. Kalau tidak datang sampai 5 kali di nyatakan gugur"

Tinggal tunggu meledaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk. Bukan cuma ada Bom Hiroshima-Nagasaki, ada juga Bom Dianoatommm :D hahaha

Yah, sebenarnya saya nggak tahu kenapa saya harus curhat di sini.
Mungkin karna nggak ada yang bisa dii jadikan sasaran untuk curhat dan mengeluh kali ya.
Ya, itu kecuali Tuhan. Tuhan selalu degar curhatku :) hihiii . (Langsung keluar cincin malaikat di atas kepala)
Dan membayangkan saya harus menjalani ini selama DUA BULAN !!!
Oooh, semoga saya bisa jadi wanita sejati yang tegar :) hehehe
Tapi saya nggak akan kuatir,
Karna masih ada Tuhan yang memberikan saya kekuatan dan menemani saya di antara kesepian itu.
Amin :)

Saya berharap kamu juga positiv thinking seperti saya yah .
Karna tak kan dibiarkanNYA kita menanggung persoalan di luar batas kemampuan kita. GBU :))

Jumat, 06 April 2012

FENS PERTAMA BLOG AKU :P

Sebenernya kalo ada yang tanya, 'Apa tujuan kamu membuat blog ini?' Jawabanku, 'murni, pure cuma untuk curhatin semua kegilaan aku yang nggak tersalurkan. Dari pada aku lari ke hutan, ato lari ke Mall, ato lari ke dugem, nge drugs? mending nulis di blog.

Tapi seneng juga rasanya, pas suatu hari ada seorang temen FB aku yang chatt, dan dia nyinggung soal blog ini. Kata dia blog aku keren, dan banyak artikelnya sempat dia baca. WOW . Saat itu juga, walopun aku sama sekali nggak tau, nih orang siapa tapi yang jelas tiba-tiba langsung muncul semacam chemistry antara aku dan dia. Chemistry FENS dan IDOLA.
Jadi gini ya rasanya punya fens dari blog ? Wah, aku mulai terkenaal, Gumamku.
Mengingat banyak tokoh yang terlahir dari BLOG, so itu nggak imposible buat aku untuk bisa ngikutin jejak mereka.

Jadi timbul rasa GE ER gimana gituuh pas orang ini nyanjung2 aku, dan bahkan gara2 ngebicarain Blog ini, kita jdi sempat kenalan. Btw, calon fens blog aku ini seorang cowok. Wah, GE ER nya jadi nambah, tinggiii ... tinggiiiii sekaliii ...

Di lain waktu dan kesempatan, beberapa teman2 kampus akuuh mengaku kalo diam2 ternyata mereka slama ini slalu ngikutin postingan blog aku, dan nggak pernah ketinggalan buat baca.
Wah GE ER semakin matang, tinggal diangkat dari wajan .

Hoooaaah' (menghela nafas puas) mungkin ini juga ya yang dirasain pertama kali sama Raditya dhika dan Arif Poconggg pas mereka dapetin fens pertama mereka.
Rasanya kayak jadi orang penting gimanaaa gitu .
Dua tokoh diatas emang fenomenal. Memberikan inspirasi untuk banyak anak muda secara bebas en gak malu-malu untuk menyalurkan gejala kerabiesan mereka dalam wadah positiv, seperti menulis.

Aku jadi ingat sama seorang teman kampusku yang LEVEL Kegilaannya bisa dikata dua level mendekati kegilaannya Arif Pocongg. Aku yakin banget kalo dia nulis buku atau blog smacam para 'Rabies-er' sebelumnya pasti dia bakal sukses.
Tapi nggak tau kenapa, dia nggak terlalu minat dengan yang namanya nulis.
Yaah, padahal sayang sekali :\
Dari sini aku belajar, kalo talenta, kemampuan, anugrah yang kita punya itu nggak bakal jadi apa-apa tanpa niat, usaha dan kemauan keras. (WOW , daleeem soob : D )

Ok dah.
Makasih ya buat smua yang udah mau menetapkan dirinya jadi fens blog kku .
Nantikan postingan selanjutnya . (Weeekkzz , dengan PD 25 Karat) : D

Minggu, 01 April 2012

Taylor Swift - You belong with me

   D   A  Em   G         G   D  Am   C 
e|-2---0---0---3-|    e|-3---2---0---0-|
B|-3---2---0---3-|    B|-3---3---1---1-|
G|-2---2---0---0-| OR G|-0---2---2---0-|(Down 1/2 step)
D|-0---2---2---0-|    D|-0---0---2---2-|
A|-x---0---2---2-|    A|-2---x---0---3-|
E|-x---x---0---3-|    E|-3---x---0---x-|


D                                                 A
You're on the phone with your girlfriend, she's upset
                                         Em
She's going off about something that you said 
                                       G
'Cause she doesn't get your humor like I do
D                                       A
I'm in the room it's a typical Tuesday night 
                                                Em
I'm listening to the kind of music she doesn't like 
                                      G
And she'll never know your story like I do 


    Em                      G
But she wears short skirts, I wear T-shirts 
D                       A
She's cheer captain and I'm on the bleachers 
Em                              G
Dreaming about the day when you wake up and find
                A
That what you're looking for has been here the whole time 


             D
If you could see that I'm the one who understands you 
A                                     Em
Been here all along, so why can't you see?
                G                   D
You belong with me, you belong with me


D                                               A
Walkin' the streets with you and your worn out jeans 
                                              Em
I can't help thinking this is how it ought to be 
                                        G
Laughing on a park bench, thinking to myself 
Hey isn't this easy 


    D                                                 A
And you've got a smile that could light up this whole town
                                                   Em
I haven't seen it in a while since she brought you down 
You say you're fine, I know you better then that 
G
Hey whatcha doing with a girl like that 


Em                    G
She wears high heels, I wear sneakers 
D                      A
Shes cheer captain and I'm on the bleachers 
Em                     G
Dreaming about the day when you wake up and find
                A 
That what you're looking for has been here the whole time 


             D
If you could see that I'm the one who understands you 
A                                     Em
Been here all along, so why can't you see?
                G
You belong with me
D
Standing by and waiting at your back door 
A                                        Em
All this time how could you not know, baby 
                G
You belong with me, you belong with me 

D A Em G

                  Em
Oh I remember you drivin' to my house
       G
In the middle of the night 
        D
I'm the one who makes you laugh 
         A
When you know you're about to cry 
      Em
And I know your favorite songs 
        G
And you tell me about your dreams 
        D
Think I know where you belong 
        A
Think I know it's with me


          D
Can't you see that I'm the one who understands you 
A                                     Em
Been here all along, so why can't you see?
                G
You belong with me
D
Standing by and waiting at your back door 
A                                        Em
All this time how could you not know, baby 
                G                   D
You belong with me, you belong with me 
                A
You belong with me 
                              Em
Have you ever thought just maybe
                G                   D
You belong with me, you belong with me

lagu ini berkisah tentang seorang cewek yang dekat dengan 
seorang cowok, dia sangat mengenal lelaki itu, dan dia juga 
menyukainya. Tapi sayangnya lelaki itu nggak pernah sadar 
akan hal itu, dan si cowok malah melirik cewek lain yang 
(padahal) sama sekali nggak mengerti dan mengenali 
si cowok itu. Di lagu ini Taylor Swift mau menenakankan,
 "Hei... kau itu bersama dengan saya. Hanya saya yang 
mengerti kamu" 
yaah , gitu deh