Kamis, 30 Agustus 2012

Holiday_Part 2

Sesampainya di Kota berair, Kota Luwuk...
Yah, yang terjadi adalah kami sampai di perbatasan awal kota Luwuk bertepatan ketika rombongan takbiran mulai berpawai. Maka, jadilah kita menunggu di jalan beberapa menit. Perjalanan yang seharusnya tiba dalam beberapa menit lagi, menjadi terulur hingga hampir satu jam.
Rame.
Dan kalo malam-malam seperti ini, jumlah oknum yang melumpah ruah adalah anak muda (young people).
Ternyata gaya anak muda di luwuk oke-oke, dan WAH (saingan model juga) ckckck.

Tibalah saya dengan tante di sebuah rumah tepat dipinggir pantai. Ini dia rumah Oomku, 'Om Yonggu'.
Oom ku yang satu ini membuatku selalu teringat sama Papah.
Soalnya dia itu bisa dibilang kembar siam'nya Papah. Cuma perbedaannya kalo Oom Yonggu versi 'kopi'nya dan non-kumis, kalo Papah versi 'air tahu'nya dan pake kumis. hehehehe

Jadi berliburlah kami disitu selama dua hari, hingga kemudian di hari ketiga saya menyempatkan diri tinggal di rumah nenek.
Ketika Oom Yonggu mengantarkan saya ke rumah nenek yang letaknya tak jauh dari rumahnya, dia sempat mengatakan sesuatu, "Jangan kaget ya kalo melihat rumahnya nenek"
Tak sampai sedetik setelah ia mengucapkan kalimat itu, maka kami berhenti tepat di depan sbuah rumah. Yang pertama kali, SULIT untuk saya percayai bahwa itu adalah rumah nenek.

astaga, ini kah???
Keadaannya sangat memprihatinkan. Rumah disekeliling kami adalah rumah dengan beton. Sedangkan rumah ini? rumah kayu yang hampir lapuk.
Menyedihkan jika mengingat bagaimana keadaaanku di Palu.

Nenek tinggal bersama dengan dua orang sepupu laki-lakiku. Satu orang bernama Adi, dan yang lebih muda bernama Gerry.
Sekitar tahun 2009 lalu Ibu Gerry, yang adalah adik tiri dari Papaku, telah meninggal dunia. Papanya adalah seorang sopir bus, yang biasanya membawa mobil ke manado.
Dan sedihnya Papahnya itu telah menikah lagi. Dia tidak mau tinggal bersama Papanya, dan memilih tinggal bersama nenek.
Keadaannya semakin rumit. Masalahnya adalah, K'Adi sebenarnya sudah berkeluarga. Dia punya istri dan anak di ambon. Tapi dia tinggalkan begitu saja--entahlah kenapa. Kini dia menumpang tinggal bersama nenek di rumah yang sempit itu, dan menganggur.

Ketika nenek menunjukan kamarku, aku memang tidak mengeluh dan tidak merasa jijik. Aku mengerti, hanya saja ada perasaan kaget yang tidak tertahankan ketika melihat kamar ini. Jelas sekali--sungguh berbanding jauh dengan keadaan di PALU.
Detik itu juga, aku benar-benar merasa menjadi orang yang beruntung dan sangat bersyukur dengan apa yang aku miliki.

Pada beberapa kesempatan senggang, Gerry bercerita tentang Resto KFC,
"Makanan di KFC mahal sekali" kata dia.

"Mahalkah disini?" Tanyaku.

"Iya, mahal. Kalo di Palu berapa-berapa harganya?"

"Yah, sekitar 20 ribuan- ke atas untuk ayamnya"

"Wah, kalo begitu masih murah disini. Disini 17-an"

GLEEEK. Buat dia, makan di KFC tuh mahal banget! Dalam hatiku, pdahal tiap kali pulang kampus aku selalu makan disana.
Tapi buat Gerry makan di sana itu adalah sesuatu yang jarang dilakukan. Sedangkan saya?
Padahal selama ini aku masih sering mengeluh.

Jadi benarlah kata pepatah, kita tidak akan pernah mensyukuri apa yang kita punya sampai kita melihat ke bawah.
Terkadang untuk minta uang persembahan pergi ke gereja saja, Gerry minta sama Nenek, dan mereka masih harus saling beradu mulut soal uang.
Gerry dapat uang 5000 saja sudah senang bukan main...

tapi saya? Bukan saja 5000, bahkan lebih dari jumlah itu setiap hari selalu ada di tangan.
Tapi masih sering mengeluh?
Sungguh keterlaluan.
Maka sepulang dari liburan ini, entah mengapa aku sangat senang begitu melihat rumahku yang cantik, rumahku yang bersih, rumahku yang asri.
Melihat motorku. Melihat tabunganku, melihat kamarku, melihat lemari pakaianku...
Aku sangat bersyukur...
Harapannya smoga suatu hari nanti aku bisa membantu saudara-saudaraku dan nenek untuk membuat rumah yang lebih layak, yah walaupun dia nenek tiriku, tapi dia sudah menjaga dan memperhatikanku selama ini. So, Thanks GrandMa. 

:)

Sabtu, 25 Agustus 2012

Holiday_Part 1

HOLIDAY !

Akhirnya berakhir juga sebuah masa, Liburan panjang...
Berakhirr.
Bersiap segala aktivitas menanti,
:)

Liburan kemarin. Sebenarnya menurutku bukanlah "Liburan idaman" yang aku harap-harapkan sebelumnya.
Yah, sebagai manusia... kita hanya dapat berencana, tapi kehendak Tuhanlah yang jadi.
Rencananya pengen Pulkam ke Jawa, ke solo... ke tempat dimana saya dilahirkan, dibesarkan, di- , di-, di-kan, di- aahhh... membuat galau saja jika mengingatnya.

Pada kenyataannya, adik saya yang *tersayang* ngook =)) harus menempuh perjalanan barunya menjadi seorang mahasiswa di tanah Paman'JOKO (Sepupunya PamanSam), jadi pastilah membutuhkan biaya yang banyak... dan barusan ini entah kenapa, LEPTOP yang dibawanya dari PALU itu rusak ! #$@%^&*@
Dan ia pun ganti Leptop baru (Huuh, Modus... senengkan leprop baru! =P Hehehe )

Akhirnya uang yang 'KATANYA' mau dipakai untuk membeli tiket, dipakai untuk membeli leptop (Hikss... berbahagialah kau Amalia di atas penderitaanku =P )

Yah, sebenarnya kecewa sih ada. Tapi sejak awal, aku memang tidak terlalu berharap.
Aku sudah mengatakan dalam hati, KETIKA SAYA SUDAH DUDUK DI DALAM PESAWAT, BARULAH AKU YAKIN KALAU SEMUA ITU TERWUJUD. wkwkwk...
Jadi, sepanjang aku belum naik di atas pesawat, aku nggak terlalu berharap (Padahal dalam hati meweeek)

Tapi memang bener ya, kalo pikiran Tuhan itu nggak akan bisa terselami oleh pikiran manusia yang terbatas...
Akhirnya, karena kaki GATAL, dan tidak mau kalau hanya liburan di rumah..
Saya pun bilang ke Papah untuk menggantikan rencana ke Jawa yang batal itu dengan liburan ke luwuk. Yiaahh, muncul sebuah bola lampu besar di atas kepalaku.

Untuk yang di jawa adalah saudara dari Mamah,
Sedangkan yang di luwuk adalah saudara dari Papah..
Jadi saya memutuskan untuk pedekate sama keluarga pihak Papah saja dulu..

Walaupun membayangkan perjalanan daratnya pasti akan sangat menyiksa (huhuuhuh... oeeekkkkk) #terbayang mual-mual dalam mobil
Entahlah...
Rasanya seperti sudah gelap mata waktu bilang mau LIBURAN.
Pokoknya mau pergi kemana saja. #DASAR DIAN.
Jadinya, semua resiko bakal mual di mobil sudah tidak terpikirkan.

Maka pergilah aku di suatu Sabtu pagi bersama Tante. Terpaksa Papah tinggal di rumah untuk menjaga kandang, dia selalu H2c (Harap2 Cemas) kalo liburan dan nggak ada yang jagain rumah.
Perjalan ke luwuk VIA DARAT itu membutuhkan waktu 1 hari - hampir 1 malam.

Tapi, tak seperti yang saya duga, rupanya aku tipikal WONDER WOMAN JUGA yah... =P
Aku nggak mabuk !
START FROM PALU 07.00 AM
FINISH AT LUWUK 11.00 PM

Sebenarnya waktu yang dibutuhkan akan lebih lama dari itu, hanya saja... sopir rentalnya bawa mobilnya dengan 'setengah terbang' style. CEPAT SEKALI. Berhubung hari itu adalah hari terakhir orang puasa, dan dia mengejar malam takbiran yang bakal rame di jalan... atau kalo tidak, jalan-jalan bakal ditutup dan nggak bisa dilewati karena takbiran. Ckckck

(To be continued)

quotes


Jumat, 24 Agustus 2012

BLESSING - Laura Story lyrics (with meaning)

(*)
We pray for blessings

                                                  Kita berdoa untuk berkat

We pray for peace
                                                  Kita berdoa untuk kedamaian

Comfort for family, protection while we sleep
                                                  Penghiburan untuk keluarga, perlindungan ketika kita tidur

We pray for healing, for prosperity
                                                  Kita berdoa untuk kesembuhan, untuk kesejahteraan

We pray for Your mighty hand to ease our suffering
                                                  Kita berdoa agar tanganNya yang perkasa meringankan penderitaan kita.


All the while, You hear each spoken need
                                                 Sementara, ENGKAU selalu mendengarkan setiap permintaan yang terucap

Yet love us way too much to give us lesser things
                                   Namun ENGKAU terlalu mencintai kami, untuk hanya memberikan hal2 yang sedikit

Reff :
'Cause what if Your blessings come through raindrops
 Karena bagaimana jika berkatMU datang melalui butiran hujan


What if Your healing comes through tears
Bagaimana jika kesembuhanMU datang melalui air mata

What if a thousand sleepless nights
Bagaimana jika ribuan malam ketika tak bisa tidur

Are what it takes to know You're near
Membuat kami tahu, bahwa sesungguhnya ENGKAU dekat

What if trials of this life are Your mercies in disguise
Bagaimana jika pencobaan dalam hidup ini sebenarnya adalah rahmatMU yang tersamarkan


(**)

We pray for wisdom
                                                       Kita berdoa untuk kebijaksanaan

Your voice to hear
                                                      SuaraMu untuk terdengarkan

And we cry in anger when we cannot feel You near
                           Dan kita menangis dalam kemarahan ketika kita tidak bisa merasakan bahwa KAU dekat

We doubt Your goodness, we doubt Your love
                                                      Kita meragukan kebaikanNYA, kita meragukan kasihNYA

As if every promise from Your Word is not enough
                                                      Seolah-olah semua janji di dalam firmanMU itu tidak cukup

All the while, You hear each desperate plea
                                                 Sementara, ENGKAU tetap mendengar setiap permohonan putus asa kami.

And long that we have faith to believe
                                                              Dan lama, baru kita memiliki iman untuk percaya.

[BACK TO REFF]


(***)
When friends betray us

                                                           Ketika sahabat menghianati kita

When darkness seems to win
                                                           Ketika yang nampaknya akan menang adalah kegelapan

We know that pain reminds this heart
                                                           Kita tahu bahwa rasa sakit hati ini mengingatkan kita

That this is not, this is not our home
                                                            Ini bukan, ini bukan rumah kita.

It's not our home
                                                            Disini bukan rumah kita.


Reff:
'Cause what if Your blessings come through raindrops

 Karena jika berkatMU datang melalui butiran hujan


What if Your healing comes through tears
Bagaimana jika kesembuhanMU datang melalui air mata

What if a thousand sleepless nights
Bagaimana jika ribuan malam tanpa tidur

Are what it takes to know You're near
Membuat kami tahu, bahwa sesungguh ENGKAU dekat

What if my greatest disappointments
Bagaimana jika kekecewaan terbesarku

Or the aching of this life
Atau kesakitan dari hidup ini

Is the revealing of a greater thirst this world can't satisfy
Adalah untuk mengungkapkan kehausan terbesar dari dunia yang tak dapat dipuaskan

And what if trials of this life
Dan bagaimana jika pencobaan dalam hidup ini

The rain, the storms, the hardest nights
Hujan, badai, dan malam-malam yang susah

Are Your mercies in disguise
Sesungguhnya adalah rahmatMU yang tersamarkan

Senin, 20 Agustus 2012

Ruth Sahanaya - Andaikan kau datang

D Em
Terlalu indah di lupakan
A D
Terlalu sedih di kenangkan
G D Bm
Setelah aku jauh berjalan
Em A D
Dan tak… ku tinggalkan
D Em
Betapa hatiku bersedih
A D
Mengenang kasih dan sayangmu
G E Bm
Setulus pesanmu kepadaku
Em A D
Engkau… kan menunggu
Reff I: D Em
Andaikan kau datang kembali
A D
Jawaban apa yang akan ku beri
GM7 Bm
Adakah jalan yang kau temui
A D
Untuk kita kembali lagi

Int: D G Gm D
D Em
Betapa hatiku bersedih
A D
Mengenang kasih dan sayangmu
G D/F#
Setulus pesanmu kepadaku
Em A D
Engkau… kan menunggu
Reff II G
Bersinarlah bulan purnama
A D
Seindah serta tulus cintanya
GM7 Bm
Bersinarlah terus sampai nanti
A D
Lagu ini… ku akhiri

Lagu ini sarat makna bangettt... saya sempat mendalami lagu ini... apa sih-apa sih maknanya?
sampai saya menyimpulkan bahwa lagu ini bercerita tentang seseorang yang mau pergi meninggalkan pasangannya, dan yang jelas mereka berpisah-entah untuk sementara atau selamanya...

Jumat, 17 Agustus 2012

Curhat to God

God, masih teringat...
Ketika aku menangis di hadapanMu.. aku bertanya, kenapa semua harus terjadi?
Selalu muncul sebuah kata, KENAPA? KENAPA? KENAPA? KENAPA?

God, sekarang aku tahu..
Memang benar, bahwa rancanganMu itu terlampau besar,
Dan otak serta pikiranku yang terbatas ini tidak dapat menjangkau pikiranMu.
Engkau tahu, apa yang terbaik untukku. Tapi kadang aku merengek, seolah aku lebih tahu apa yang terbaik.

God, waktu cepat banget berlalu ya?
Tak terasa, seperti baru tahun lalu... Mama membuatkanku roti ulangtahun dengan angka 19 di atasnya...
Kini aku sudah meninggalkan umur "BELAS-BELAS" dan memasuki umur "DUA PULUH-"

God, satu hal yang membuatku menangis...
Bukan karena aku sedih... di ulangtahunku ini aku sendiri. Tak ada Amalia,tak ada Mama...
Tapi
Aku terharu, God...
aku mendapati... bahwa sekalipun aku nampak sendiri... tapi aku sebenarnya tak pernah sendirian.
Entah kekuatan dari mana yang menopangku, sampai aku tak pernah merasa kesepian.

Aku terharu God...
Bahkan segala kalimat dan berpuluh lembar blog yang mungkin akan kutuliskan tentang kebaikanMu itu tidak akan pernah cukup untuk melukiskan betapa banyaknya hal yang telah Kau perbuat bagiku.

God, :')
:') :') Engkau yang mengangkat aku... saat aku jatuh dulu.
God, Engkau yang meninggikan aku saat semua manusia merendahkanku.
God Engkau yang memulihkan gambar diriku, saat dulu gambar diriku telah dirusak oleh manusia.
God...

Apa yang harus aku lakukan untuk membalas semuanya?
Bahkan semua yang aku punya itu milikMu ?

God... banyak orang yang mengatakan aku TELAH BANYAK BERUBAH.
Apalagi Papa, Mama, dan Amalia... mereka mengatakan bahwa aku benar-benar telah berubah...

God, aku bersyukur untuk semua tangisan, untuk semua pergumulan yang Kau izinkan terjadi atas aku.
God, Engkau mengajarkanku untuk menjadi pendengar yang baik...
Engkau mengajarkanku untuk memulihkan teman-teman lain yang punya pergumulan sama seperti aku dulu.
Engkau memakaiku untuk menjadi pendengar dan memberikan solusi bagi teman-temanku.
Engkau mengajariku untuk selalu mendoakan teman-temanku...
Karena kami begitu rapuh. Dan manusia ternyata adalah aktor sandiwara yang baik, karena pandai menyembunyikan kepedihan hidup mereka. Engkau menyadarkanku, bahwa pada dasarnya semua manusia hanya membutuhkan satu hal. Kasih sayang.
Semua manusia haus akan kasih.
God, tunjukanlah kasihMu yang besar itu pada mereka yang belum mengenal kasihMu.
God, aku percaya bahwa di antara dunia yang buas ini, Kasih masih ada dalam dunia :)
Dan diumurku ini... Pakailah aku God, untuk memulihkan mereka yang masih hidup kekelaman. Amin :)

DIRGAHAYU Dian ! Happy birthday Indonesia :))


Segala Puji Syukur hanya bagi Tuhan...
Yang sudah menjaga saya sampai detik ini. Sampai tarikan nafas ini..
Semuanya tidak akan bisa terjadi, tanpa pertolongan penyertaan Tuhan...

Tuhan, hidupku sungguh bukan milikku. Tapi benar-benar milikMU.

Bersyukur untuk penyertaan dan penemanan Tuhan selama 20 Tahun ini.
Banyak hal teralami,
IA memakai banyak cara untuk mengubahkan saya dengan caraNYA, sesuai kehendakNYA

Berawal dari seorang Dian Ayu Merdekawati yang angkuh... Sombong, tidak mau mengalah, egois... dan ingin menang sendiri...
Dian yang dulunya hidup dalam kedagingan, hidup dalam akar pahit (dendam) kepada Mama sendiri...
Dian yang berontak, Dian yang bebal, Dian yang keras kepala...
Dian yang lancang, Dian yang penuh kontroversi.

Melalui berbagai pergumulan yang diizinkanNYA terjadi padaku,
Dia membentuk saya seturut kehendakNYA.
Sebab saya adalah tanah liatNYA :)

Saya teringat ketika dulu pernah tenggelam...
Teringat di otakku, detik-detik mengenaskan itu...
Ketika masih duduk di kelas 9 SMP, beberapa waktu menjelang UN
Aku benar-benar tenggelam.
Dan saya bisa merasakan benar, ketika saya menarik air melalui hidung...
Tak ada udara...
dan yang terlintas dalam otakku adalah.... Papaku, Mamaku, Amalia... bayangan mereka muncul...
dan saya ingat sekali, hal yang sempat saya pikirkan terakhir... yaitu "Ya Tuhan... mungkin cuma sampai disini hidupku... saya tidak bisa mengikuti UN"
Segala cuplikan kejadian di masa lalu terputar mendadak, seperti alur flashback di film-film..
Saya sampai pada satu titik dimana saya memasrahkan segalanya...
Dan saya benar-benar pasrah, jika Tuhan mengambil nyawaku saat itu juga.

Tiba-tiba ada tangan seseorang yang mengangkat bahu saya, dan saya pun terangkat ke permukaan air...
Saya minta tolong.
Lalu teman-teman saya mendengar, dan satu persatu mereka mencoba menolong saya.
Ketika sampai di tepian, hal yang bisa saya ucapkan hanyalah kalimat "Tuhan Yesus"

Ya...
Dan anehnya adalah, ketika saya bertanya kepada semua orang yang ada disitu...
Siapa tadi yang mengangkat bahu saya, sebelum saya berteriak "Tolong?"
Semua bilang... "Tidak ada"
Lalu siapa tadi yang mengangkat bahu saya?
saya rasa benar... ada yang mendorong saya. Serius.
Detik itu juga saya sadar... bahwa, itu adalah mujizat Tuhan.

Setiap mengingat kejadian itu saya selalu ingat, bahwa hidupku bukanlah punyaku.
Karena saya ada sampai detik ini bukan karena kekuatanku atau seperti dalam "Hukum Rimba"
Yang kuatlah yang bertahan...
Nggak... kadang konsep itu nggak bisa saya terima.
Karena terkadang di dalam hidup ini, orang yang disangka kuat, orang yang disangka paling sehat, orang yang disangka umurnya masih muda... malah meninggal duluan.
Jadi "Hukum siapa yang kuat dia yang bertahan" itu tidak berlaku.
Kita masih hidup sampai detik ini, benar-benar hanya karena izin dan pemeliharaan Tuhan.

Trimakasih Bapa untuk umur yang baru ini...
God Engkau tahu, kerinduanku adalah Engkau memakai hidupku ini sebagai alat bagi kemuliaanMU
God, Engkau tahu... kerinduanku adalah menjadi garam dan terang, berkat bagi semua orang disekitarku
God, Engkau tahu... kerinduanku adalah menjadi Alkitab yang terbuka.
God, Engkau tahu... kerinduanku adalah membuat kedua orangtuaku tersenyum bangga
God... terimakasih terimakasih... terimakasih... terimakasih...
AMIN :)